Minggu, 09 Oktober 2016

"PANTAI TINAWU PACITAN" Sejak dibangunya PLTU keadaanya kini tak seperti dulu lagi. [Desa Pager Kidul - Kecamatan Sudimoro]



OMBAK PANTAI TINAWU PAGER LOR SUDIMORO PACITAN
PANTAI TINAWU, SUDIMORO PACITAN.


Sudimoro Pacitan, siapa yang tak kenal dengan nama wilayah tersebut khususnya warga Pacitan sendiri. Tentu setiap mendengar nama salah-satu kecamatan dikabupaten Pacitan ini yang terlintas difkiran anda adalah keberadaan bangunan PLTU-nya yang ada di Teluk Bawur. Tapi sebenarnya di sana ada banyak lokasi menarik yang bisa anda kunjungi. Sebagai contoh adalah pantai-pantainya yang indah.

Di antara pantai yang sudah cukup dikenal adalah Pantai Ndaki, Ngobyok, dan Pantai Kunir yang cukup luas. Tapi tahukah anda dengan nama salah satu pantai yang belum banyak diketahui keberadaanya, bahkan mungkin hanya warga sekitar yang mengetahui keberadaan pantai tersebut. Pantai ini oleh warga sekitar diberi nama "Pantai Tinawu".

Pantai Tinawu berlokasi disebelah barat PLTU Sudimoro, tepatnya berada di Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan Jawa timur. Pantai yang masih asri dan belum terjamah manusia ini dulunya berada diantara lahan hutan seluas kurang lebih 60 hektar. Meski sekitar tahun 2011 hutan tersebut di tebang pohon-pohonya, namun Desa Pager Lor berkerja sama dengan pihak Perhutani untuk melakukan penanaman pohon kembali lahan yang ditebang tersebut.

WAKTU SURUT PANTAI TINAWU PAGER LOR SUDIMORO PACITAN

Selain namanya yang belum begitu dikenal, dan juga kondisi jalan yang kurang layak untuk kendaraan membuat Pantai Tinawu masih terjaga dengan kealamianya hingga sekarang. Namun sayang sejak dibangunya bangungan megaproyek PLTU yang berada tak jauh dari Pantai Tinawu membuat pantai tersebut mengalami banyak perubahan.

Dulunya Pantai Tinawu merupakan tempat dimana masyarakat sekitar Dusun Wates setiap air laut surut dipertengahan tanggal dibulan Qomariah pada berbondong-bondong datang kesini. Tempat ini juga sudah jadi salah satu diantara sumber mata pencaharian mereka untuk mendapatkan ikan. Kalau biasanya banyak ikan dan udang yang dapat ditemui disini, tapi akhir-akhir ini semuanya berubah bahkan nyaris tidak ada.

Menurut warga disana sejak dibangunya PLTU di dekat perairan tersebut, secara tidak langsung dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat. Andaikan dampaik itu positif, tentu tidak jadi masalah. Tapi perubahan itu justru mencabut matapencaharian sebagian masyarakat kecil disini. Manakala keadaan ini terus berlanjut, bisa dipastikan aktifitas rutin masyarakat ini nantinya hanya tinggal cerita saja.. Ya, harapanya semoga keadaanya bisa kembali lagi seperti dulu sehingga generasi-generasi berikutnya masih bisa turut merasakan kekayaan dan keindahan alam disana..


Sumber: KIM Samudera Pacitan