Rabu, 12 Agustus 2015

"GUNUNG LIMO PACITAN" Salah satu dari puncak tertinggi dipercaya sebagai pengayom kabupaten Pacitan. [Desa Mantren - Kecamatan Kebonagung]



sunrise gunung limo pacitan
GUNUNG LIMO (Mantren-Kebonagung)

Salah satu gunung yang cukup terkenal di Pacitan adalah gunung Limo. Gunung Limo adalah sebuah gunung yang terletak di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Gunung Limo berada di sebelah timur kota Pacitan, dapat diakses melalui terminal Arjowinangun menuju Kecamatan Kebonagung melalui JLS melewati Desa Gawang, Desa Sidomulyo, dan belok kiri setelah sampai di Flyover Gayam lalu masuk Desa Mantren ikuti jalan menanjak ke arah Gunung Limo.

Kalau di lihat secara fisik, Gunung Limo adalah kumpulan beberapa gunung di wilayah Pacitan yang berjajar lima, dan terlihat unik ketika anda memandang dari pusat Kota Pacitan maupun sekeliling dari gunung Lima ini. Gunung limo pula yang menjadi ciri khas Kabupaten Pacitan, bahkan karena memang sejarah Gunung Limo yang cukup memiliki signifikansi pengaruh dalam sejarah perjalan Pacitan, Gunung Limo menjadi simbol dalam lambang Kota 1001 Goa ini. Gunung Limo ini terdiri dari lima gunung, yaitu Gunung Gembuk, Gunung Pakis Cakar, Gunung Lanang, Gunung Kukusan, dan Gunung Lima Mantren. Namun yang lebih di kenal sebagai Gunung Limo dan lebih sering di kunjungi adalah Gunung Limo Satu atau Gunung Limo Mantren.

Jalur pendakian Gunung Limo diawali melewati pelataran gunung keatas melewati semak belukar dan pepohonan lebat penuh akar-akaran sebagian ada alat bantu Tali lalu melewati tangga dari besi kemudian lewat sebuah pintu batu yang sangat sempit sehingga pendaki harus berjalan miring, setelah itu di bagian dekat puncak akan ditemui batu Pongaan. Di batu Pongaan tersebut pengunjung atau pendaki dapat melihat bebas wilayah-wilayah pedesaan dan perkotaan yang terletak dibawahnya.

Gunung Limo adalah gunung yang di ketahui sebagai pengayom kota Pacitan. Konon menurut sejarah gunung Limo adalah tempat bertapanya ki Tunggul wulung. Beliau di kenal sebagai sang pertapa yang sakti, namun sayangnya kini tinggal cerita. Beliau sudah pindah ikut eyangnya yang ada di sekitar pegunungan yang ada di jogja/ jawa tengah.

Tetapi sampai sekarang gunung Limo masih saja memiliki kharisma, masih tetap di kagumi khususnya oleh warga Pacitan dan juga di seluruh pelosok pulau jawa. Selain itu gunung Limo juga dikenal sebagai tempat wisata yang cukup di minati. Di sana udaranya sejuk pemandanganya indah bisa melihat ke arah pusat kota pacitan.

Yang unik lagi di gunung Limo bisa di perlihatkan buah-buahan yg sangat lezat, tapi sayang karna tidak semua orang yang berkunjung ke sini beruntung (diperlihatkan buah ini), hanya orang yang bernasib baik atau beruntung saja. Dan saat di perlihatkan buah ini sebaiknya di makan saja di tempat, karna menurut cerita yang selama ini beredar barang siapa yang mendapat buah tersebut lalu hendak membawanya pulang, maka buah tersebut konon akan hilang atau berubah menjadi batu. Tapi sebenarnya buah tersebut benar-benar bisa dimakan dan tidak berbahaya.

Perlu di ketahui bahwa gunung Limo juga bisa di kategorikan sebagai salah satu obyek wisata minat khusus yang memiliki keunikan tersendiri di Pacitan. Di salah satu gunung legendaris dan penuh sejarah di Pacitan ini, beberapa tantangan menjadi hal yang menarik bagi para pendaki gunung yang ingin menikmati alam gunung Limo dan keindahan Alam Pacitan dari puncak gunung yang memiliki ketinggian sekitar 668 meter dari permukaan air laut ini.

Gunung di Kecamatan Kebonagung ini memang menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi, terutama para pecinta alam. Selain tantangan untuk naik ke kawasan ini yang lumayan ekstrim, kawasan ini juga menyuguhkan keunikan tersendiri, diantaranya adalah gerbang watu pecah (selo manangkep), watu ungak, pertapaan gunung limo dan lain-lain.

Selain sebagai tempat wisata, gunung Limo biasa di jadikan lokasi bertapa atau bersemedi dan juga digunakan sebagai lokasi menyelenggarakan agenda rutin Upacara Adat Tetaken di setiap tahunya pada bulan Suro, bahkan tetaken ini sendiri menjadi salah satu obyek wisata budaya di Pacitan yang cukup terkenal dan masih berlangsung hingga saat ini.

http://alipz33.mywapblog.com /files/ gunung-limo- selo-manangkep -g-l.jpghttp://alipz33.mywapblog.com /files/gunung -limo-plataran- gunung-li.jpg
http://alipz33.mywapblog.com /files/gunung -limo-jalan-naik -gunung.jpghttp://alipz33.mywapblog.com /files/gunung -limo-dipuncak- gunung-li.jpg
http://alipz33.mywapblog.com /files/ gunung-limo- mbolang-gunung- lim.jpg

Beberapa tempat di gunung limo yang memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.

(1) Gerbang Watu Pecah
Gerbang Watu Pecah atau Selo Manangkep adalah salah satu tempat di gunung limo berupa batu yang merupakan salah satu jalan untuk menuju kawasan puncak gunung Limo. Bagian ini diberi nama watu pecah karena memang berupa watu yang terbelah (pecah). Diketahui lorong ini memiliki panjang sekitar 10 meter, sempit dari luar tetapi didalamnya agak longgar.
Saat memasuki area yang oleh beberapa orang disebut juga dengan watu belah ini, merupakan lorong sempit yang hanya pas untuk tubuh dengan posisi miring. Jika diamati secara sekilas, seakan sangat sulit untuk bisa dimasuki, tetapi setelah mencoba ternyata memang bisa dimasuki. Diketahui, menurut kepercayaan warga setempat, siapa saja bertubuh kurus atau bahkan gemuk, bisa lewat lorong ini asal punya keyakinan yang kuat, tidak punya niat jahat, atau berkata kotor.

(2) Watu Ungak atau Ponga'an
Tempat ini dinamakan watu ungak karena lokasinya sangat strategis untuk “ngungak” (artinya melihat dalam bahasa jawa).
Dari sini akan terlihat kawasan Pacitan sisi barat dan juga pelataran gunung limo. Area ini berada diatas tebing ratusan meter tingginya sehingga benar-benar butuh nyali untuk bisa berdiri di pinggirnya dan melihat ke bawah. Bagi yang kurang begitu berani dan untuk alasan keamanan, “ngungak” bisa dilakukan dengan merangkak atau berbaring di atas batu.

(3) Pertapaan Gunung Limo
Selain dua tempat tersebut, area pertapaan gunung limo bisa juga dijadikan tempat untuk melepas lelah dengan beristirahat di tempat tersebut, namun tetap bersikap wajar dan jangan neko-neko.

(4) Puncak
Terlepas dari itu semua, puncak gunung Limo adalah tempat paling elok selain tiga tempat tersebut, sebab disini kita dapat meyaksikan bentang alam Kabupaten Pacitan, terutama di sisi timur dan selatan. Dari sini bisa terlihat pula beberapa gunung yang juga merupakan rangkaian dari Gunung Limo.

Untuk akses jalanya sudah cukup mudah. Dari Jalur Lintas Selatan (JLS) jalan sudah ber aspal namun agak sempit menanjak dan berkelok. Kendaraan roda empat dan dua bisa masuk ke area pelataran gunung dan sekaligus parkir di kawasan kaki gunung Limo ini. Jadi jangan lewatkan treking Gunung Limo ini untuk alternatif wisata pendakian anda selain Gunung Lanang saat anda berada di Pacitan.