Kamis, 07 Mei 2015

"MUSEUM BUWONO KELING PACITAN" Museum ini sebagai bukti Pacitan sebagai ibukota prasejarah dunia. [Desa Mantren - Kecamatan Punung]



museum buwono keling pacitan .jpg

Museum Buwono Keling terletak di Dusun Krajan Kulon, Desa Mantren, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Museum ini merupakan museum Arkeologi. Dibangun pada tahun 1996 dan difungsikan pada tahun yang sama. Bangunan ini dibuat satu lantai dengan luas bangunan 20 m x 50 m. Status kepemilikan tanah adalah hak milik negara. Sedangkan koleksi sendiri cukup banyak yaitu sekitar 3.896 koleksi. Museum ini menyelenggarakan pameran khusus satu kali dalam setahun, museum keliling tiga kali setahun dan workshop dua kali dalam setahun.

koleksi museum buwono keling

Beberapa Koleksi :
Arkeologi, Geologi, Keramitologi, Numismatika, Etnografi, Biologika, Teknologika, Kapak Primitif.

Fasilitas Publik :
Toilet, Penunjuk arah ( Sinage ), Parkir, Sarana Ibadah, Ruang Pameran Temporer

museum bowono leking rusak .jpg

Namun pada tahun 2013 museum ini mengalami kerusakan parah sehingga terpaksa pemerintah daerah menutupnya. Hal ini sangat disayangkan karena sebagai kota yang mendapat julukan “Ibu Kota Prasejarah” malah tidak memiliki museum arkeologi lagi.

gambar museum buwono keling donorojo pacitan

Keadaan musem Buwono Keling yang terletak di pinggir jalan utama Pacitan-Solo semakin memprihatinkan. Kini museum yang dibangun pada 1996 itu berada dalam kondisi yang merana. Di beberapa bagian museum yang dibangun Pemprov Jatim itu, banyak yang rusak.

Diketahui, sejumlah kayu di bagian atapnya keropos, bahkan mulai terlepas. Kerusakan itu berimbas pada bagian dalam gedung, tepat di bawah titik kerusakan. Bekas- bekas rembesan air terlihat di dinding. Begitu pula, bagian plafon rusak dan nyaris ambrol karena sering terkena air. Disbudparpora Pacitan pun terpaksa memindahkan puluhan benda prasejarah koleksi museum ke rumah pribadi Slamet. Misalnya, kapak genggam, kapak perimbas, dan mata panah. ’’Semua benda koleksi tersebut berasal dari situs-situs di sekitar museum. Koleksi itu merupakan peninggalan zaman paleolitikum, mesolitikum, dan neolitikum,’’ terang Kabid Kebudayaan Disbudparpora Pacitan Tamami, dilansir dari Jawapos, Ahad (28/9/2014).

kondisi ruangan museum buwono keling

Dia menyatakan, karena kondisinya seperti itu, museum tersebut terpaksa ditutup untuk sementara waktu sampai ada tindak lanjut dari Pemkab Pacitan maupun BPCB Trowulan. ’’Dulu dijanjikan inventarisasi, tapi urung dilaksanakan karena terbatasnya anggaran. Akhirnya, terpaksa saya tutup untuk sementara waktu,’’ ungkapnya. Hal itu pula yang mmebuat DPRD ragu terhadap rencana Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membangun Museum Pacitan beralasan. Sekretaris Fraksi Partai Golkar Tejo Kusmoro mengkhawatirkan pembangunan Museum Pacitan yang bakal bernasib sama dengan Museum Buwonokeling. ’’Harus dipikirkan dengan matang. Sebenarnya, perlu atau tidak pembangunan (Museum Pacitan) itu. Biar nanti nasibnya tidak seperti Museum Buwonokeling,’’ katanya.
[Pacitanku.com]

2 komentar:

Terimakasih atas kunjunganya!
Tolong berikan komentar, dan bagikan artikel ini melalui media sosial..