Senin, 11 Mei 2015

"PONDOK PESANTREN TREMAS PACITAN" Di ketahui sebagai Pondok pesantren tertua ke-2 di Pulau Jawa menurut sejarah. [Desa Tremas - Kecamatan Arjosari]



pondok pesantren tremas
Pondok Pesantren Termas Arjosari

Rasanya sudah tidak asing lagi mendengar ‘Pondok Tremas’, pesantren besar yang berada di desa Tremas, kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Lokasinya yang berada di tepi pantai selatan dan dikelilingi bukit-bukit pegunungan ini sangat tepat dijadikan tempat mengaji bagi para santri.
Awal Berdirinya Pondok Tremas Jika dirunut ke atas, pendiri pondok pesantren Tremas, KH. Abdul Manan adalah putra seorang Demang Semanten yang bernama R. Ngabehi Dipomenggolo di masa Bupati Jagakarya I yang berkuasa pada tahun 1826. Pada masa itu berkembangan agama Islam semakin pesat, setelah sekian ratus tahun Majapahit berkuasa.

1. Abdul Manan bernama asli Bagus Darso, setelah tiga tahun ayahnya berkuasa, dia pun kembali dari perantauannya menuntut ilmu agama Islam di pondok pesantren Tegalsari Ponorogo di bawah asuhan Kiai Hasan Besari.
Sekembalinya dari nyantri, KH. Abdul Manan Kecil atau Bagus Darso pun mulai mendirikan pesantren di desa Semanten (2 km dari kota Pacitan) dibimbing oleh sang ayah. Namun setahun kemudian pesantren tersebut dipindahkan ke daerah Tremas, dan sejak saat itulah menjadi awal kisah pondok pesantren Tremas.

2. Abdul Manan sejak kecil memang sudah terlihat kecerdasannya. Bahkan ketika masih nyantri pada KH. Hasan Besari di Tegalsari sudah banyak keistimewaan yang dilihat oleh sang guru tampak dari Abdul Manan kecil. Pernah suatu malam, seperti biasa, Kiai Hasan Besari mengelilingi pesantren sambil memastikan kondisi para santri yang sudah terlelap, dan sungguh mencengangkan, di antara para santri di tengah kegelapan malam terpancar larik cahaya, dalam hati Kiai hasan Besari bertanya-tanya, gerangan cahaya apa itu? Setelah didekati ternyata cahaya itu keluar dari ubun- ubun salah seorang santri, hal ini benar-benar mengherankan luar biasa.
Karena kondisi sekitar gulita, ditambah lagi penglihatan Kiai Hasan yang semakin tua, beliau pun tidak bisa mengetahui siapa santri itu, tapi beliau sengaja mengikat ujung ikat kepala santri itu, agar besok pagi bisa mengetahui siapa santri yang bercahaya itu. Dan keesokan harinya, ternyata itu adalah KH. Abdul Manan kecil.

DARI SEMANTEN KE TREMAS

Karena keilmuan KH. Abdul Manan yang tidak diragukan lagi sejak masih nyantri, sehingga banyak masyarakat sekitar Pacitan mengaji pada beliau. Tak berapa lama, KH. Abdul Manan pun dinikahkan dengan putri Demang Tremas; R. Ngabehi Honggowijoyo, yang tak lain adalah kakak kandung Sang Ayah. Setelah pernikahan itu, pesantren yang dirintis awal oleh KH. Hasan Besari di Semanten pun dipindahkan ke Tremas, karena sang mertua menyediakan tanah yang berada di daerah jauh dari keramaian dan pusat pemerintahan, yang dirasa sangat cocok bagi para santri untuk mengaji, menimba ilmu. Dan sejak tahun 1830 M itulah berdiri pondok Tremas.

PONDOK TREMAS KINI

Pasca wafatnya KH. Habib Dimyathi (pengasuh Pondok Tremas) pada tahun 1998, estafet kepengasuhan pun dilanjutkan oleh putra-putra masyayikh, KH. Fu’ad Habib Dimyathi atau Gus Fu’ad (Putra KH. Habib Dimyathi) sebagai Ketua Umum Perguruan Islam Pondok Tremas, KH. Luqman Hakim, Gus Luqman (putra KH. Haris Dimyathi) sebagai ketua majlis Ma’arif dan KH. Mahrus Hasyim, Si Mbah Mahrus (putra KH. Hasyim Ihsan) yang menangani bisang social kemasyarakatan.

VISI DAN MISI PONDOK PESANTREN TREMAS

Setiap ulama’ yang menyebarkan ilmunya melalui berbagai media, salah satunya pesantren tak lain agar terlahir insan-insan yang bertafaqquh fiddin, santri-santri yang mempertahankan agama Islam. Dan pondok Tremas pun memiliki visi yang diredaksikan :
Keikhlasan, kesederhanaan, kebebasan, menolong diri sendiri dan sesama umat, serta ukhuwah diniyyah.
Sementara misi dari pondok Tremas adalah :
Membina para santri agar berkepribadian muslim sesuai dengan ajaran-ajaran Islam serta menanamkan rasa keagamaan tersebut di berbagai segi kehidupannya, sehingga akhirnya menjadi orang yang berguna bagi agama, masyarakat dan Negara.
Sedangkan tujuan khusus nya dapat disebutkan untuk mendidik para santri menjadi insan muslim yang bertaqwa kepada Allah Swt, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan, keterampilan serta sehat lahir batin.

Pondok pesantren ini menurut sejarah merupakan pondok pesantren tertua ke-2 di Pulau Jawa. Terletak di desa Tremas kecamatan Arjosari kabupaten Pacitan. Mengunjugi ponpes ini apalagi kalau telah melakukan sholat di dalam masjid di lingkungan ponpes, serasa kedekatan kita terhadap Sang Khaliq semakin bertambah.

masjid pondok tremas arjosari pacitan

Dilihat dari segi jaraknya, yakni 135 Km dari kota Solo dan 70 Km dari kota Ponorogo, maka wajarlah kalau santri-santri yang berdatangan dari daerah lain harus berjalan kaki karena belum adanya sarana transportasi. Sedangkan desa Tremas terletak pada 11 kilometer dari kota Pacitan ke utara dan1 kilometer dari kecamatan Arjosari. Desa Tremas dipagari oleh bukit-bukit kecil yang melingkar dimana sebelah utara dan sebelah timur desa Tremas mengalir sungai Grindulu yang selalu membawa lumpur banjir di waktu musim penghujan. Oleh karenanya pondasi rumah penduduk desa tersebut rata-rata sangat tinggi bila dibandingkan dengan pondasi rumah penduduk di daerah yang bebas banjir.

Madrasah depan masjid pondok tremas pacitan

Desa Tremas dibatasi oleh beberapa desa yaitu, sebelah utara dibatasi oleh desa Gayuhan, sebelah timur dibatasi oleh desa Jatimalang, sebelah selatan dibatasi oleh desa Arjosari dan di sebelah barat dibatasi oleh desa Sedayu. Mata pencaharian penduduknya adalah bertani, yakni bercocok tanam padi, kacang tanah, kelapa, pisang, sayur mayur dan sebagainya. Karena Pacitan merupakan daerah yang minus dan tandus maka tidaklah aneh jika masyarakatnya sedikit ketinggalan jika dibandingkan dengan masyarakat daerah lain, khususnya dalam bidang ekonomi. Dengan uraian tersebut kita dapat menggambarkan kehidupan rakyat di daerah itu, yang sedikit banyak dapat mempengaruhi keadaan Pondok Tremas.

Madrasah depan masjid pondok tremas pacitan

"SEJARAH ASAL MULA PEMBERIAN NAMA PONDOK PESANTREN TREMAS"

Tremas berasal dari dua kata yaitu Trem berasal dari kata Patrem yang berarti senjata atau keris kecil dan mas berasal dari kata emas yang berarti logam mulia yang biasa dipakai untuk perhiasan kaum wanita. Kata ini berkaitan erat dengan cerita tentang dibukanya sebuah hutan yang akhirnya dinamakan Tremas, adapun yang pertama kali membuka hutan tersebut adalah seorang punggawa keraton Surakarta yang bernama Ketok Jenggot, atas perintah raja keraton Surakarta sebagai hadiah atas jasanya yang telah berhasil mengamankan keraton dari mara bahaya.

Dikisahkan pada suatu hari, Raja Keraton Surakarta memerintahkan kepada punggawanya yang bernama Ketok Jenggot untuk menjaga ketat kerajaannya, karena raja bermimpi bahwa hari yang akan datang mau ada bencana yang disebabkan datangnya seorang pencuri yang akan memasuki dan mengambil senjata pusaka yang ada di tempat penyimpanan, maka disuruhnyaKetok Jenggot menjaga dan mempertahankan dengan sebaik-baiknya.

Namun pada suatu hari datang seorang penyusup yang dengan kecerdikannya dapat masuk dalam keraton, akan tetapi usaha penyusup tersebut terlihat oleh Ketok Jenggot hingga terjadilah suatu perkelahian, setelah menghabiskan berpuluh-puluh jurus, maka dengan kesaktiannya, Ketok Jenggot berhasil memenangkan perkelaihan tersebut. Siapakah pencuri tersebut? tak lain adalah sang raja sendiri dengan maksud ingin menguji sampai dimana keperwiraan dan kesaktian Ketok Jengot.

Setelah kejadian itu, maka sang raja pun mengakui bahwa punggawanya tersebut benar-benar patuh dan sakti. Sebagai tanda atas kepatuhan dan kepahlawanannya itu maka sang raja memberikan hadiah kepada Ketok Jenggot berupa senjata Patrem Emas dan memberi tugas untuk membuka hutan di sebelah timur daerah Surakarta.

Demikianlah akhirnya setelah melalui perjuangan yang tidak ringan, Ketok Jenggot berhasil membuka hutan di sebelah timur daerah Surakarta, yang kemudian daerah tersebut diberi nama Tremas.

Perlu diketahui, bahwa sebelum Ketok Jenggot membuka hutan Tremas, di daerah tersebut sudah ada sekelompok orang yang lebih dahulu datang dan bermukim, yaitu R. Ngabehi Honggowijoyo (ayah Nyai Abdul Manan). Maka dari itu setelah meminta ijin dan memberi keterangan tentang tugasnya, barulah Ketok Jenggot mulai melaksanakan tugasnya dengan membuka sebagian besar hutan di daerah tersebut. Setelah tugasnya selesai, senjata Patrem Emas yang dibawanya itu ditanam ditempat beliau pertama kali membuka hutan tersebut, dan akhirnya daerah yang baru dibukanya tersebut diberi nama “ Tremas“.

Demikianlah sekilas cerita tentang asal mula nama Tremas yang dikemudian hari digunakan untuk menyebut sebuah pesantren yang berdiri di daerah tersebut, sedangkan Ketok Jenggot sendiri akhirnya bermukim di situ sampai akhirhaya dan dimakamkan di daerah tersebut.
[agungwahana7.wordpress.com]

13 komentar:

  1. Alif Shadz MurtafiSel Mei 12, 03:53:00 PM

    Aku baca dulu gan

    Kalau ada waktu mampir ya

    BalasHapus
  2. @Alif Shadz Murtafi,
    oke gan, tak mampir

    BalasHapus
  3. Aku ijin liat-liat blog ini ya ,jangan lupa kunbal ya gan;-)

    BalasHapus
  4. @Muhamad misbah,
    monggo gan, swun knjunganya.. Nanti tk mampr ke blog ente :p

    BalasHapus
  5. Wahh aq pngn tau dong pratran"yg ada di pondk apa ajah......

    BalasHapus
  6. Wahh peraturan aph aja ya yg ada di pndok psantrn tremas,??

    BalasHapus
  7. datang langsung aja mbak?,,

    BalasHapus
  8. madyohusodo@yahoo.co.idMin Mar 06, 08:54:00 PM

    assalamualaikum..... mohon info terbaru untuk penerimaan santri baru (pindahan)..... untuk tingkat sanawiyah... terima kasih.

    BalasHapus
  9. madyohusodo@yahoo.co.idMin Mar 06, 08:56:00 PM

    assalamualaikum wr wb.....
    mohon informasi terbaru untuk penerimaan santri baru (pindahan). terima kasih.

    BalasHapus
  10. @madyohusodo@yahoo.co.id,
    mohon maaf pak saya tidak punya kontak dengan pondok pesantren yang bersangkutan. soalnya ini cuma cuplikan singkat sebagai referensi wisata.

    BalasHapus
  11. Boleh tau lebih banyak ttg ponqedok tremad

    BalasHapus
  12. Apa Yg Di Pelajari Pramuka Yg Ada Di Pondok Tremas ?

    BalasHapus
  13. Untuk info lebih lanjut mengenai Pondok Pesantren Tremas silahkan bergabung di Grup Facebook, alamatnya silahkan klik di https://facebook.com/groups/187349011314162

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjunganya!
Tolong berikan komentar, dan bagikan artikel ini melalui media sosial..