Jumat, 01 Mei 2015

"SUNGAI BAK SOOKA PACITAN" Sungai yang Jadi kunjungan Para Ahli Sejarah. [Desa Mendolo Lor - Kecamatan Punung]



sungai baksooka punung pacitan
Sungai Baksooka Pacitan yang Jadi Rujukan Para Ahli Sejarah

Saat mata pelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sejarah diterangkan oleh guru, seringkali guru menyebut ada salah satu kebudayaan Pacitanian, yang merupakan kebudayaan masyarakat zaman pra sejarah di Pacitan. dan memang benar, berdasarkan penuturan para ahli sejarah, Pacitan adalah ibukota prasejarah dunia.

Sekitar 261 lokasi situs prasejarah, terdapat di Pacitan, baik dalam tahapan eksploitasi maupun yang telah disurvei tim arkeologi. Situs tersebut berada di jajaran Gunung Sewu, yang tersebar mulai di Kecamatan Punung, Pringkuku, Pacitan, Kebonagung hingga Kecamatan Tulakan.

struktur sungai bak sooka

Gunung Sewu secara geologis dan geografis terpisah dari wilayah Pulau Jawa lainnya. Iklimnya kering. Relief bukit kapur, gua dan gua payung banyak terdapat di daerah ini. Cukup ideal sebagai tempat tinggal bagi manusia purba. Pun ada banyak jenis bebatuan sileks lokal bermutu sebagai bahan baku pembuatan peralatan dan senjata. Salah satu yang cukup dikenal adalah Sungai Baksooka.

Sungai Baksoka terletak di Desa Mendolo Lor, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Berdasarkan informasi dari Dinas Pertambangan dan ESDM Pacitan, geosite Sungai Baksooka dari sisi geologi adalah salah satu sungai permukaan di kawasan karst gunung sewu yang menampakkan morfologi undak. Di sungai itu, ada endapan lempung hitam formasi Kali Pucung yang terbentuk sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Pada tahun 1955 di sungai Baksooka ini, Van Heekeren menemukan banyak artefak batu dari zaman paleolitikum yang kemudian dikenal dengan budaya Pacitanian. Sungai Baksooka merupakan “bengkel” kapak genggam paleolitik.

sungai bak sooka punung

Sebagai salah satu situs geologi (geosite) geopark gunung sewu, di sepanjang sungai Baksooka terdapat lintasan geologi yang menawarkan aspek geologi dan arkeologi. Pada segmen bagian utara, pengunjung dapat mencermati singkapan- singkapan batuan oligo-miosen dan miosen tengah yang berfungsi sebagai alas batu gamping. Pada segmen sungai bagian selatan menyimpan batu gamping yang kaya fosil koral, foraminifera, dan moluska.

Salah satu yang sering ditemukan di Sungai Baksooka adalah kapak genggam. Jenis kapak inilah yang menjadikan Pacitan terkenal dalam dunia prasejarah dengan sebutan: Pacitanian. Terbuat dari jenis batu Kalsedon dengan, ciri-cirinya, ada dua pangkasan pada kedua sisinya. Kapak perimbas juga ditemukan di Kali Baksooka, Sungai Banjar, Sungai Karasan, Sungai Jatigunung, dan Kedung Gamping.

Kapak perimbas berbahan dasar sama dengan kapak genggam, yaitu batu kalsedon. Peralatan ini punya ciri-ciri tajam hanya pada satu sisi dan agaknya digunakan untuk keperluan sehari-hari. Saat ini, batuan kalsedon yang menjadi alat kapak pada masa lampau digunakan oleh masyarakat setempat untuk membuat kerajinan batu mulia . Bahkan, batu mulia berbahan kalsedon (Chalcedony) menjadi batu mulia paling diminati di Pacitan.
[Pacitanku.com]